Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal di Indonesia (Kelas 9 - Semester Ganjil)

Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal di Indonesia (Kelas 9 - Semester Ganjil)
SEMESTER GANJIL

Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal di Indonesia

Kelas 9 | Fase D - Isu-isu Global

👤 Oleh: Catur Pamungkas, S.Pd., Gr. | 📝 Asesmen: Digital Mapping

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)

Identitas
  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Kelas: 9
  • Semester: Ganjil
  • Tema: Isu-isu Global
  • Topik: Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal di Indonesia
  • CP Reference: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis dampak positif dan negatif dari isu-isu global yang terkait dengan lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Peserta didik mampu mengusulkan solusi dan strategi adaptasi dalam menghadapi isu-isu global tersebut.
  • TP: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi secara kritis dampak positif dan negatif dari globalisasi terhadap pelestarian dan perkembangan budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia, serta merumuskan strategi kreatif untuk menjaga identitas budaya lokal di era global.
  • ATP:
    • Memahami konsep dasar globalisasi dan karakteristiknya.
    • Mengidentifikasi berbagai bentuk pengaruh globalisasi terhadap budaya lokal di Indonesia (misalnya: musik, fashion, kuliner, bahasa, nilai-nilai).
    • Menganalisis dampak positif globalisasi terhadap apresiasi dan promosi budaya lokal (misalnya: melalui media sosial, pariwisata).
    • Menganalisis dampak negatif globalisasi terhadap kelestarian budaya lokal (misalnya: westernisasi, hilangnya orisinalitas).
    • Mengevaluasi berbagai upaya pelestarian budaya lokal di Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi.
    • Merumuskan dan mempresentasikan gagasan kreatif serta strategi adaptasi untuk menjaga identitas budaya lokal di era global.
  • Landasan Hukum: BSKAP 032/2024
  • Label: IPS SMP, Fase D, Kurikulum Merdeka, Globalisasi, Budaya Lokal

8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Diharapkan

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Menghargai keragaman budaya sebagai anugerah Tuhan dan mensyukuri kekayaan budaya bangsa Indonesia.
2. Berkebinekaan Global Memahami dan menghargai keberagaman budaya lokal di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan bangsa dan dunia, serta mampu berinteraksi dengan budaya lain secara setara.
3. Gotong Royong Bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis dampak globalisasi dan merumuskan solusi pelestarian budaya lokal, saling berbagi ide dan mendukung satu sama lain.
4. Mandiri Mencari dan menggali informasi secara mandiri dari berbagai sumber terkait dampak globalisasi dan budaya lokal, serta bertanggung jawab atas hasil pembelajarannya.
5. Bernalar Kritis Menganalisis secara mendalam dampak positif dan negatif globalisasi terhadap budaya lokal, mengevaluasi argumen, dan membuat kesimpulan yang logis.
6. Kreatif Merumuskan gagasan-gagasan inovatif dan strategi adaptasi yang orisinal untuk menjaga kelestarian budaya lokal di era digital.
7. Berwawasan Lingkungan Memahami bagaimana pelestarian budaya lokal berkontribusi pada keberlanjutan identitas bangsa dan bagaimana isu global dapat memengaruhinya.
8. Keterampilan Digital Memanfaatkan teknologi digital untuk riset, kolaborasi, presentasi, dan eksplorasi visual terkait topik.

Desain Media Pembelajaran

Asesmen Strategy: Asesmen ini dipilih karena globalisasi dan dampaknya terhadap budaya lokal merupakan topik yang dinamis dan memerlukan pemahaman mendalam serta kemampuan analisis kritis. Digital Mapping memungkinkan siswa untuk secara visual memetakan berbagai pengaruh globalisasi di berbagai daerah dan budaya lokal, serta mengidentifikasi hubungan sebab-akibatnya. Hal ini juga mendorong eksplorasi mandiri dan pemanfaatan sumber daya digital.
Asesmen Tool: Digital Mapping
Media Pendukung:
  • Platform Digital untuk Digital Mapping (misalnya: Miro, Canva, Google Jamboard)
  • Video Dokumenter Pendek tentang Budaya Lokal Indonesia dan Pengaruh Globalisasi
  • Artikel Jurnal Ilmiah Populer dan Berita Aktual
  • Studi Kasus dari Berbagai Daerah di Indonesia
  • Forum Diskusi Online

Langkah Pembelajaran Mindful-Joyful-Meaningful

Mindful (Kesadaran Diri & Lingkungan)
  1. Pembukaan (15 menit): Guru mengajak siswa melakukan peregangan ringan dan meditasi singkat untuk menenangkan pikiran. Kemudian, memutar cuplikan video singkat yang menampilkan keindahan dan keragaman budaya lokal Indonesia, diselingi dengan cuplikan singkat tren global yang masuk ke Indonesia (misalnya: musik K-pop, fashion global). Guru memandu refleksi singkat: "Bagaimana perasaanmu saat melihat keindahan budaya kita? Bagaimana perasaanmu saat melihat hal-hal baru dari luar yang datang?"
  2. Diskusi Awal (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa saja yang kalian rasakan ketika melihat budaya kita berubah? Apakah perubahan itu selalu buruk?"
Joyful (Kegembiraan & Keterlibatan Aktif)
  1. Eksplorasi Visual (30 menit): Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan akses ke platform Digital Mapping. Mereka diminta untuk menjelajahi berbagai contoh pengaruh globalisasi pada budaya lokal (misalnya: musik, fashion, kuliner, bahasa, nilai-nilai) di daerah yang berbeda di Indonesia. Guru mendorong mereka untuk mencari gambar, video pendek, atau tautan menarik yang merepresentasikan temuan mereka.
  2. Kolaborasi & Kreasi (45 menit): Siswa berkolaborasi dalam kelompok untuk membangun peta visual mereka. Mereka dapat menggunakan stiker, teks, gambar, dan tautan untuk menunjukkan bagaimana globalisasi berinteraksi dengan budaya lokal. Guru berkeliling, memfasilitasi diskusi antar kelompok dan memberikan dukungan teknis.
Meaningful (Makna & Keterhubungan)
  1. Analisis Kritis & Evaluasi (30 menit): Setelah peta visual selesai, setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka. Guru memandu diskusi kelas untuk menganalisis dampak positif dan negatif yang teridentifikasi, serta mengevaluasi upaya pelestarian budaya lokal yang ada. Pertanyaan reflektif: "Dari peta yang kalian buat, apa yang paling mengejutkan kalian? Mengapa menurut kalian dampak ini terjadi? Bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman daerah lain?"
  2. Perumusan Solusi Kreatif (30 menit): Siswa kembali dalam kelompok untuk merumuskan strategi kreatif dan adaptasi untuk menjaga identitas budaya lokal. Mereka didorong untuk berpikir di luar kebiasaan, memanfaatkan teknologi, dan mengintegrasikan nilai-nilai lokal.
  3. Presentasi & Aksi Nyata (30 menit): Setiap kelompok mempresentasikan strategi mereka. Diskusi kelas berfokus pada bagaimana strategi ini dapat diimplementasikan. Guru memberikan umpan balik dan mendorong siswa untuk mempertimbangkan langkah-langkah kecil yang bisa mereka ambil dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Refleksi Akhir (15 menit): Guru memandu refleksi akhir tentang pembelajaran hari ini. Siswa diminta menuliskan satu hal yang paling bermakna bagi mereka dan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan.

Asesmen

Strategi Asesmen: Asesmen Formatif dan Sumatif melalui aktivitas Digital Mapping dan presentasi strategi.
Teknik Asesmen: Observasi selama proses pembelajaran, Penilaian Produk (Digital Mapping), Penilaian Unjuk Kerja (Presentasi), dan Penilaian Diri.
Instrumen Asesmen:
  • Rubrik Penilaian Digital Mapping (meliputi: kelengkapan informasi, visualisasi, analisis dampak, orisinalitas).
  • Rubrik Penilaian Presentasi (meliputi: kejelasan penyampaian, kedalaman analisis, kreativitas solusi, kemampuan menjawab pertanyaan).
  • Lembar Observasi (meliputi: partisipasi aktif, kolaborasi, kemandirian, bernalar kritis).
  • Lembar Refleksi Diri Siswa.

Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)

Soal 1

Anda mengamati bahwa banyak anak muda di kota besar lebih tertarik pada musik K-Pop dibandingkan musik tradisional daerah mereka. Berdasarkan pemahaman Anda tentang dampak globalisasi, jelaskan bagaimana fenomena ini dapat dikategorikan sebagai dampak negatif terhadap pelestarian budaya lokal. Namun, berikan pula argumen kritis bahwa fenomena ini juga bisa menjadi peluang positif jika dikelola dengan bijak. Analisis Anda harus mencakup konsep seperti homogenisasi budaya dan potensi inovasi budaya.

  • Opsi A: Fenomena dampak negatif karena menunjukkan hilangnya minat generasi muda terhadap warisan leluhur, yang mengarah pada homogenisasi budaya di mana budaya lokal tertindih oleh budaya populer global. Namun, ini juga bisa menjadi peluang jika K-Pop menginspirasi musisi lokal untuk menciptakan musik yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern, sehingga menarik minat generasi muda.
  • Opsi B: Dampak negatifnya adalah anak muda menjadi kurang nasionalis. Peluang positifnya adalah mereka jadi lebih terbuka pada budaya luar.
  • Opsi C: Fenomena ini semata-mata dampak negatif westernisasi yang merusak nilai-nilai asli Indonesia, dan tidak ada peluang positif sama sekali.
  • Opsi D: Ini bukan masalah besar, karena anak muda memang selalu mencari hal baru. Globalisasi hanya mempercepat proses ini.

Analisis Tajam Per Opsi:

  • Opsi A: Sangat Tepat. Opsi ini secara akurat mengidentifikasi dampak negatif (hilangnya minat, homogenisasi) dan potensi positif (inovasi budaya melalui perpaduan). Penggunaan istilah "homogenisasi budaya" dan "inovasi budaya" menunjukkan pemahaman konsep yang mendalam dan kemampuan analisis kritis.
  • Opsi B: Kurang Tepat. Opsi ini menyederhanakan dampak negatif menjadi "kurang nasionalis" yang bersifat generalisasi, dan peluang positifnya terlalu dangkal ("lebih terbuka"). Tidak ada analisis mendalam mengenai konsep budaya.
  • Opsi C: Sangat Tidak Tepat. Opsi ini bersifat ekstrem dan tidak kritis, mengabaikan kompleksitas globalisasi dan kemampuannya untuk memicu kreativitas. Menggeneralisasi sebagai "westernisasi" juga kurang tepat karena K-Pop berasal dari Asia Timur, dan menganggap tidak ada peluang positif menunjukkan ketidakmampuan melihat sisi lain.
  • Opsi D: Sangat Tidak Tepat. Opsi ini meremehkan dampak signifikan globalisasi dan mengabaikan pentingnya pelestarian budaya lokal. Ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan isu yang dibahas dan kegagalan dalam menganalisis.
Soal 2

Perkembangan pariwisata global seringkali mendorong promosi budaya lokal untuk menarik wisatawan. Namun, terkadang promosi ini justru membuat budaya lokal menjadi komodifikasi atau sekadar pertunjukan dangkal yang kehilangan makna aslinya. Analisislah bagaimana fenomena ini merupakan contoh dampak positif sekaligus negatif dari globalisasi terhadap budaya lokal. Gunakan konsep "autentisitas budaya" dalam analisis Anda.

  • Opsi A: Dampak positifnya adalah peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan apresiasi global terhadap budaya lokal. Namun, dampak negatifnya adalah komodifikasi dan hilangnya autentisitas budaya karena dipaksa menyesuaikan diri dengan selera turis, mengubahnya menjadi pertunjukan dangkal yang kehilangan makna spiritual atau historisnya.
  • Opsi B: Dampak positifnya adalah budaya lokal jadi lebih dikenal dunia. Dampak negatifnya adalah turis jadi lebih banyak datang.
  • Opsi C: Ini murni dampak positif karena pariwisata selalu baik untuk ekonomi dan promosi budaya. Tidak ada dampak negatifnya.
  • Opsi D: Dampak negatifnya adalah budaya lokal menjadi asing bagi penduduknya sendiri karena terlalu fokus pada turis.

Analisis Tajam Per Opsi:

  • Opsi A: Sangat Tepat. Opsi ini secara komprehensif menjelaskan dualisme dampak: ekonomi dan apresiasi global (positif) serta komodifikasi dan hilangnya autentisitas (negatif). Penggunaan istilah "autentisitas budaya" dan penjelasan makna spiritual/historis menunjukkan kedalaman pemahaman.
  • Opsi B: Kurang Tepat. Opsi ini hanya menyebutkan aspek kuantitatif (lebih dikenal, lebih banyak turis) tanpa menganalisis implikasi kualitatif terhadap budaya itu sendiri dan konsep autentisitas.
  • Opsi C: Sangat Tidak Tepat. Opsi ini terlalu simplistik dan mengabaikan sisi gelap dari komodifikasi budaya yang sering terjadi dalam pariwisata global. Menolak adanya dampak negatif menunjukkan kurangnya analisis kritis.
  • Opsi D: Kurang Tepat. Meskipun ada unsur kebenaran bahwa fokus pada turis bisa mengasingkan, opsi ini tidak secara langsung membahas konsep komodifikasi dan hilangnya makna asli yang merupakan inti dari pertanyaan terkait autentisitas.
Soal 3

Bayangkan Anda adalah seorang pemuda/pemudi dari suku adat di pedalaman Kalimantan yang ingin menjaga kelestarian bahasa daerah Anda di tengah gempuran bahasa Indonesia dan bahasa asing yang semakin dominan melalui media digital. Rumuskan satu strategi kreatif dan adaptif yang dapat Anda terapkan, serta jelaskan mengapa strategi tersebut efektif dalam konteks globalisasi dan digitalisasi.

  • Opsi A: Membuat

    Kolom Komentar

    Silakan login dengan Akun Google untuk berkomentar. Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan.

    Komentar

    Posting Komentar