Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)
| Identitas Pembelajaran | |
|---|---|
| Topik | Peran Ulama dalam Penyebaran Islam dan Pengaruhnya terhadap Nilai-Nilai Sosial Budaya di Nusantara |
| Kelas | 8 |
| Semester | Ganjil |
| Tema | Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Lalu |
| Referensi CP | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia serta pengaruhnya terhadap pembentukan masyarakat dan kebudayaan Indonesia. |
| Tujuan Pembelajaran (TP) | Peserta didik mampu menganalisis strategi penyebaran Islam oleh para ulama di berbagai wilayah Nusantara dan mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia. |
| Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) |
1. Mengidentifikasi jalur masuk dan tokoh-tokoh awal penyebaran Islam di Indonesia. 2. Menganalisis metode dan strategi penyebaran Islam yang dilakukan oleh para ulama (misalnya melalui perdagangan, pendidikan, kesenian, dan tasawuf). 3. Menjelaskan pengaruh Islam terhadap sistem kepercayaan, nilai-nilai moral, seni, arsitektur, dan tradisi masyarakat Indonesia. 4. Mengevaluasi peran ulama sebagai agen perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat Nusantara. |
| Strategi Asesmen | Topik ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang proses historis dan analisis dampak sosial budaya. Simulasi memungkinkan peserta didik untuk secara aktif memerankan tokoh atau skenario penyebaran Islam, sehingga mendorong pemahaman yang lebih holistik dan kritis terhadap peran ulama. |
| Alat Asesmen | Simulasi |
| Label | IPS SMP, Fase D, Kurikulum Merdeka |
| Landasan Hukum | BSKAP 032/2024 |
8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Terinternalisasi
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Peserta didik akan menghargai nilai-nilai luhur yang diajarkan agama Islam dan bagaimana ulama menjadi teladan dalam menyebarkan ajaran moral.
Berkebinekaan Global: Memahami bagaimana Islam berinteraksi dan beradaptasi dengan berbagai budaya lokal di Nusantara, menunjukkan sikap saling menghargai dan toleransi.
Gotong Royong: Simulasi akan mendorong kerja sama antar peserta didik dalam memerankan berbagai aspek penyebaran Islam, mencontoh semangat gotong royong ulama dan masyarakat.
Mandiri: Peserta didik didorong untuk mencari informasi dan menganalisis peran ulama secara mandiri sebelum dan selama simulasi.
Bernalar Kritis: Menganalisis strategi penyebaran Islam, dampaknya, serta peran ulama secara objektif dan mendalam.
Kreatif: Dalam simulasi, peserta didik didorong untuk berpikir kreatif dalam memerankan peran dan menyampaikan pesan-pesan dakwah.
Jujur: Menggambarkan fakta sejarah dan nilai-nilai yang diajarkan dengan jujur dalam setiap tahapan pembelajaran.
Santun: Menghargai perbedaan pendapat dan pandangan dalam diskusi serta saat berinteraksi selama pembelajaran.
Desain Media Pembelajaran
Pembelajaran akan memanfaatkan kombinasi media digital dan non-digital yang berfokus pada pengalaman dan riset:
- Platform Digital Interaktif: Penggunaan platform seperti Google Classroom atau Moodle untuk berbagi materi, video dokumenter singkat tentang sejarah Islam di Nusantara, peta interaktif jalur penyebaran Islam, dan forum diskusi.
- Sumber Primer dan Sekunder: Akses ke kutipan dari kitab-kitab klasik, catatan perjalanan musafir, prasasti, naskah kuno (digitalisasi), serta buku-buku sejarah dan jurnal penelitian yang relevan.
- Visualisasi: Penggunaan gambar-gambar artefak sejarah, arsitektur masjid kuno, relief candi yang terpengaruh Islam, serta infografis yang menjelaskan strategi dakwah.
- Materi Simulasi: Rincian peran, skenario, kostum sederhana (jika memungkinkan), dan alat peraga yang mendukung jalannya simulasi peran ulama, pedagang, seniman, atau masyarakat lokal.
Langkah Pembelajaran: Mindful-Joyful-Meaningful
| Tahap | Deskripsi Kegiatan | Fokus |
|---|---|---|
| Mindful (Menyadari Kehadiran & Koneksi) |
|
Fokus pada kesadaran diri, menghargai warisan budaya, dan mengaitkan masa lalu dengan masa kini. |
| Joyful (Menemukan Kegembiraan & Keterlibatan) |
|
Mendorong rasa ingin tahu, kerja sama tim, kreativitas dalam eksplorasi, dan antusiasme untuk berperan. |
| Meaningful (Menemukan Makna & Relevansi) |
|
Membantu peserta didik memahami relevansi sejarah, dampak sosial budaya, dan peran agen perubahan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan apresiasi. |
Asesmen
| Jenis Asesmen | Deskripsi | Tujuan |
|---|---|---|
| Asesmen Formatif | Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas mind map/infografis, dan keterlibatan selama persiapan simulasi. Guru memberikan umpan balik konstruktif secara berkala. | Memantau pemahaman awal, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan dukungan yang diperlukan sebelum asesmen sumatif. |
| Asesmen Sumatif (Simulasi) | Penilaian performa selama simulasi peran. Kriteria penilaian meliputi:
|
Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran (TP) dan ATP, khususnya kemampuan menganalisis strategi dan mengevaluasi dampak. |
Kolom Komentar
Komentar
Posting Komentar