Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Digital (Kelas 9 - Semester Genap)

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Digital (Kelas 9 - Semester Genap)
SEMESTER GENAP

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Digital

Kelas 9 | Fase D - Era Globalisasi dan Dampaknya

👤 Oleh: Catur Pamungkas, S.Pd., Gr. | 📝 Asesmen: Simulasi
Rencana Pembelajaran Mendalam: Teknologi dan Perubahan Sosial Budaya

Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)

Identitas Pembelajaran
Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas9
SemesterGenap
TemaEra Globalisasi dan Dampaknya
TopikPeran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Digital
Referensi CPPeserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungannya sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan fisik dan sosial yang lebih luas, serta mengantisipasi dampak dari perubahan tersebut bagi diri dan masyarakatnya.
Tujuan Pembelajaran (TP)Menganalisis secara kritis dampak positif dan negatif perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap pola interaksi sosial, gaya hidup, dan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia di era digital, serta merumuskan strategi adaptasi yang relevan.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  • Mengidentifikasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
  • Menganalisis perubahan pola interaksi sosial yang dipengaruhi oleh teknologi informasi dan komunikasi (misalnya, media sosial, komunikasi daring).
  • Mengkaji perubahan gaya hidup masyarakat akibat adopsi teknologi informasi dan komunikasi (misalnya, belanja daring, hiburan digital).
  • Menganalisis dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap pelestarian dan perubahan nilai-nilai budaya lokal.
  • Mengevaluasi tantangan dan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat Indonesia.
  • Merumuskan strategi adaptasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak untuk kebaikan sosial budaya.
Landasan HukumPermendikbudristek Nomor 262 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 032/2024 tentang Pedoman Pembelajaran dan Asesmen pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
LabelIPS SMP, Fase D, Kurikulum Merdeka, Teknologi, Perubahan Sosial Budaya, Era Digital

8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila

DimensiElemenIndikator Berkembang
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak MuliaAkhlak BeragamaMampu mengidentifikasi dampak teknologi terhadap praktik keagamaan dan etika daring.
Akhlak PribadiMampu merefleksikan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan etis.
Berkebinekaan GlobalMengenal dan Menghargai BudayaMampu mengidentifikasi bagaimana teknologi memengaruhi persepsi terhadap budaya lokal dan global.
Interaksi BudayaMampu menganalisis interaksi budaya di ruang digital dan dampaknya terhadap identitas.
Gotong RoyongKolaborasiMampu berkolaborasi dalam diskusi daring dan proyek terkait adaptasi teknologi.
KepedulianMampu mengidentifikasi isu-isu sosial yang timbul akibat teknologi dan mencari solusi bersama.
MandiriPenyesuaian DiriMampu menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup akibat teknologi.
Regulasi DiriMampu mengatur waktu penggunaan teknologi secara efektif.
Bernalar KritisMemperoleh dan Memproses Informasi dan GagasanMampu menganalisis informasi dari berbagai sumber daring secara kritis.
Menganalisis dan Mengevaluasi PenalaranMampu mengevaluasi dampak positif dan negatif teknologi secara objektif.
KreatifMenghasilkan Gagasan OrisinalMampu menciptakan solusi kreatif untuk tantangan yang ditimbulkan teknologi.
Menerjemahkan GagasanMampu mempresentasikan ide-ide adaptasi teknologi secara inovatif.
Berwawasan LingkunganPemahaman LingkunganMampu mengaitkan penggunaan teknologi dengan isu keberlanjutan (misalnya, jejak karbon digital).
Aksi LingkunganMampu mengusulkan tindakan bijak dalam menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
InovatifEksplorasiMampu mengeksplorasi potensi teknologi baru untuk kemajuan sosial budaya.
IdeasiMampu menghasilkan ide-ide inovatif untuk memanfaatkan teknologi demi kebaikan masyarakat.

Desain Media Pembelajaran

Deskripsi
Judul Media"Jejak Digital: Jejak Kita di Dunia Maya"
Jenis MediaPlatform Pembelajaran Interaktif Berbasis Web/Aplikasi Edukasi
Fitur Utama
  • Modul Interaktif: Teks, gambar, infografis, video singkat tentang perkembangan TIK dan dampaknya.
  • Studi Kasus: Contoh nyata perubahan sosial budaya akibat TIK di Indonesia.
  • Simulasi Interaktif: Skenario menghadapi dilema etika digital, pengelolaan informasi, dan adaptasi gaya hidup.
  • Forum Diskusi Virtual: Ruang bagi siswa untuk berbagi pandangan, bertanya, dan berkolaborasi.
  • Kuis & Latihan: Untuk menguji pemahaman konsep.
  • Galeri Kontribusi Siswa: Tempat memamerkan hasil karya (esai reflektif, infografis, video pendek) tentang adaptasi TIK.
Pendekatan HumanisFokus pada pengalaman siswa, mendorong refleksi diri, dan membangun empati terhadap dampak teknologi pada masyarakat. Penggunaan narasi dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan siswa.
Pendekatan Berbasis RisetMateri disajikan berdasarkan riset terkini mengenai tren teknologi, perubahan sosial, dan dampaknya. Siswa didorong untuk melakukan riset mandiri melalui fitur studi kasus dan forum diskusi.
Keunggulan
  • Fleksibel: Dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
  • Interaktif: Melibatkan siswa secara aktif.
  • Relevan: Menggunakan contoh-contoh terkini dan dekat dengan kehidupan siswa.
  • Mendorong Kolaborasi: Melalui forum diskusi.

Langkah Pembelajaran: Mindful-Joyful-Meaningful

Mindful (Sadari & Resapi)

Fokus: Membangun kesadaran diri terhadap kehadiran teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya.

  • Aktivitas Pembuka (15 menit): "Pagi Digital Kita". Siswa diminta menuliskan (atau merekam audio singkat) 5 aktivitas pertama yang mereka lakukan setelah bangun tidur yang melibatkan teknologi (smartphone, notifikasi, media sosial, dll.). Guru memandu refleksi singkat tentang seberapa terintegrasinya teknologi dalam rutinitas pagi mereka.
  • Refleksi Awal (10 menit): Siswa diminta merenungkan perasaan mereka saat menggunakan teknologi dan bagaimana teknologi memengaruhi suasana hati atau konsentrasi mereka.
  • Diskusi Terpandu (15 menit): Guru memfasilitasi diskusi awal tentang teknologi apa saja yang paling sering mereka gunakan dan bagaimana teknologi tersebut membantu atau menghambat mereka dalam aktivitas sehari-hari.

Joyful (Nikmati & Eksplorasi)

Fokus: Menjelajahi berbagai bentuk teknologi dan dampaknya dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

  • Eksplorasi Media Interaktif (30 menit): Siswa diarahkan untuk menjelajahi fitur-fitur dalam platform "Jejak Digital: Jejak Kita di Dunia Maya". Mereka akan menonton video singkat tentang evolusi TIK, melihat infografis tentang tren media sosial, dan mencoba kuis interaktif tentang gadget terbaru.
  • Studi Kasus Kolaboratif (45 menit): Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis studi kasus yang disajikan dalam platform. Contoh: "Perubahan Cara Berbelanja: Dari Pasar Tradisional ke E-commerce", "Dampak Game Online pada Interaksi Sosial Remaja", "Pelestarian Budaya Melalui Platform Digital". Kelompok mendiskusikan dampak positif, negatif, dan strategi adaptasi.
  • Simulasi Interaktif (30 menit): Siswa berpartisipasi dalam simulasi yang dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam mengambil keputusan terkait penggunaan teknologi secara etis dan bijak. Contoh: "Menghadapi Hoax di Media Sosial", "Mengelola Privasi Data Pribadi", "Menyeimbangkan Waktu Daring dan Luring".

Meaningful (Pahami & Bermakna)

Fokus: Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, merumuskan pemahaman mendalam, dan merencanakan tindakan yang bermakna.

  • Analisis Kritis Dampak (45 menit): Siswa secara individu atau kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka, fokus pada dampak positif dan negatif TIK terhadap pola interaksi sosial, gaya hidup, dan nilai-nilai budaya. Guru memandu diskusi untuk menggali pemahaman yang lebih dalam dan kritis.
  • Perumusan Strategi Adaptasi (30 menit): Berdasarkan analisis, siswa merumuskan strategi adaptasi yang relevan untuk diri sendiri dan masyarakat. Ini bisa berupa pedoman penggunaan media sosial yang sehat, cara menjaga budaya lokal di era digital, atau kiat-kiat menjadi konsumen digital yang cerdas.
  • Refleksi Akhir & Aksi Nyata (20 menit): Siswa menulis esai reflektif singkat atau membuat poster digital tentang "Peranku dalam Membangun Masyarakat Digital yang Berbudaya". Mereka juga diajak untuk berkomitmen pada satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan dalam seminggu ke depan terkait penggunaan teknologi yang bijak.

Asesmen

Strategi Asesmen
PendekatanAsesmen Dinamis dan Formatif
Alasan PemilihanTopik ini sangat relevan dengan kehidupan siswa di era digital. Asesmen dinamis memungkinkan siswa untuk secara aktif terlibat dalam memahami dan merefleksikan perubahan sosial budaya yang mereka alami sendiri. Simulasi memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi skenario hipotetis dan bagaimana mereka akan bereaksi serta mengambil keputusan dalam menghadapi dampak teknologi.
Alat AsesmenSimulasi Interaktif (sebagai bagian dari platform pembelajaran)
Asesmen Formatif
  • Observasi partisipasi siswa dalam diskusi daring dan simulasi.
  • Penilaian kuis dan latihan interaktif dalam platform.
  • Umpan balik terhadap hasil analisis studi kasus kelompok.
  • Penilaian esai reflektif dan poster digital.
Asesmen Sumatif (opsional, jika diperlukan)Proyek mini: Membuat kampanye kesadaran digital (misalnya, video pendek, infografis) yang merangkum dampak TIK dan strategi adaptasi.

Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan Analisis

SoalAnalisis Pilihan Jawaban
Seiring pesatnya perkembangan media sosial, banyak remaja Indonesia kini lebih sering berkomunikasi secara virtual dibandingkan tatap muka. Fenomena ini dikhawatirkan dapat mengikis empati dan kemampuan interpersonal. Jika Anda adalah seorang pembuat kebijakan di bidang pendidikan, strategi manakah yang paling efektif untuk memitigasi dampak negatif tersebut tanpa menolak kemajuan teknologi?

A. Melarang penggunaan media sosial di lingkungan sekolah dan rumah.

Analisis: Pilihan ini bersifat represif dan tidak realistis di era digital. Melarang teknologi secara total akan menghambat adaptasi siswa terhadap dunia modern dan dapat menimbulkan resistensi. Ini bukan strategi mitigasi yang bijak, melainkan penolakan.

B. Mengintegrasikan pembelajaran tentang etika digital, literasi media, dan keterampilan komunikasi interpersonal dalam kurikulum, serta mendorong kegiatan ekstrakurikuler yang memperkuat interaksi tatap muka.

Analisis: Pilihan ini paling komprehensif dan berimbang. Ia mengakui keberadaan teknologi (media sosial) dan dampaknya, namun menawarkan solusi proaktif melalui pendidikan (et

Kolom Komentar

Silakan login dengan Akun Google untuk berkomentar. Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan.

Komentar

Posting Komentar