| IDENTITAS | |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) |
| Kelas | 8 |
| Semester | Genap |
| Tema | Indonesiaku Kaya Budaya |
| Landasan Hukum | CP BSKAP 032/2024 |
| Elemen | Pemahaman Konsep |
| Referensi CP | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan sistem perdagangan maritim di Nusantara serta dampaknya terhadap pembentukan dan kejayaan kerajaan-kerajaan maritim. |
| Tujuan Pembelajaran (TP) | Menganalisis faktor-faktor geografis dan sumber daya alam yang mendorong perkembangan perdagangan maritim di Nusantara, serta mengevaluasi bagaimana sistem perdagangan ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, sosial, dan politik kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit. |
| Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) |
|
| Asesmen |
Strategi Asesmen: Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan sebab-akibat antara perkembangan perdagangan maritim dengan kemajuan kerajaan. Pemilihan asesmen dinamis ini memungkinkan peserta didik untuk secara aktif mengorganisir informasi dan menunjukkan pemahaman mereka tentang proses sejarah. Instrumen Asesmen: Timeline |
| Label | IPS SMP, Fase D, Kurikulum Merdeka |
| Gambaran Visual | ![]() |
| 8 DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA | |
|---|---|
| 1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia | Menghargai warisan sejarah dan kejayaan nenek moyang sebagai bentuk rasa syukur. |
| 2. Berkebinekaan Global | Memahami peran Nusantara dalam jaringan perdagangan global masa lalu, menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan interaksi antar bangsa. |
| 3. Bergotong Royong | Bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun timeline, saling berbagi informasi dan gagasan. |
| 4. Mandiri | Mencari dan mengolah informasi secara mandiri dari berbagai sumber untuk menyusun timeline. |
| 5. Bernalar Kritis | Menganalisis hubungan sebab-akibat antara faktor geografis, komoditas, pelabuhan, dan dampak sosial-ekonomi-politik. |
| 6. Kreatif | Merancang visualisasi timeline yang menarik dan informatif. |
| 7. Inovatif | Mencari cara baru dalam menyajikan data sejarah agar lebih mudah dipahami. |
| 8. Proaktif | Mengambil inisiatif dalam mencari informasi dan berkontribusi aktif dalam diskusi. |
| DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN | |
|---|---|
| Nama Media | "Jejak Bahari Nusantara: Timeline Interaktif Perdagangan Maritim" |
| Deskripsi | Sebuah timeline visual yang dinamis, dapat berupa poster besar yang digambar tangan dengan ilustrasi menarik, atau media digital interaktif (jika memungkinkan) yang menampilkan perkembangan sistem perdagangan maritim di Nusantara. Timeline ini akan memuat poin-poin penting seperti letak geografis strategis, komoditas unggulan dari berbagai masa, peran pelabuhan-pelabuhan kunci (misalnya: Palembang, Sunda Kelapa, Tuban), kerajaan-kerajaan maritim yang berjaya (Sriwijaya, Majapahit), serta dampaknya terhadap masyarakat dan struktur kekuasaan. Penggunaan gambar kapal kuno, peta jalur rempah, dan ilustrasi kehidupan masyarakat pada masa itu akan memperkaya visualisasi. |
| Tujuan Penggunaan Media |
|
| LANGKAH PEMBELAJARAN MINDFUL-JOYFUL-MEANINGFUL | |
|---|---|
| Mindful (Kesadaran Diri & Lingkungan) |
1. Pembukaan Reflektif (5 menit): Guru mengajak peserta didik untuk menarik napas dalam-dalam, membayangkan diri mereka berada di atas kapal dagang kuno yang berlayar melintasi lautan Nusantara yang luas. Guru bertanya, "Apa yang kalian rasakan saat itu? Apa yang kalian lihat? Suara apa yang terdengar?" Ini untuk membangun koneksi emosional dan kesadaran akan konteks sejarah. 2. Observasi Visual (10 menit): Guru menampilkan gambar-gambar kapal kuno Nusantara atau peta jalur rempah. Peserta didik diminta mengamati secara detail dan mencatat hal-hal yang menarik perhatian mereka dalam jurnal singkat. Pertanyaan pemantik: "Apa yang membuat kapal ini berbeda? Mengapa jalur ini begitu penting?" |
| Joyful (Kesenangan & Keterlibatan) |
1. Eksplorasi "Harta Karun" Komoditas (20 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan "kartu komoditas" (misalnya: cengkeh, pala, lada, kayu cendana, hasil laut, logam mulia) beserta deskripsi singkat dan gambar. Mereka harus menebak dari daerah mana komoditas tersebut berasal dan mengapa diminati pasar internasional. Guru bisa menambahkan elemen "perburuan" di sekitar kelas untuk menemukan kartu-kartu ini. 2. Debat Singkat "Pelabuhan Terfavorit" (15 menit): Setelah mempelajari peran pelabuhan, setiap kelompok memilih satu pelabuhan penting (misalnya: Sriwijaya, Malaka, Sunda Kelapa) dan mempersiapkan argumen singkat mengapa pelabuhan tersebut menjadi pusat perdagangan yang vital pada masanya. Dilanjutkan dengan debat santai antar kelompok. |
| Meaningful (Makna & Relevansi) |
1. Konstruksi Timeline "Jejak Bahari" (40 menit): Peserta didik secara berkelompok bekerja sama membuat timeline visual. Mereka akan menempelkan informasi kunci (faktor geografis, komoditas, pelabuhan, kerajaan, dampak) pada garis waktu yang telah disediakan atau menggambarnya sendiri. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana setiap elemen saling terhubung dan berkontribusi pada kejayaan kerajaan maritim. 2. Refleksi Dampak Global (15 menit): Guru memandu diskusi, menghubungkan perdagangan maritim Nusantara masa lalu dengan perdagangan global saat ini. "Bagaimana warisan perdagangan maritim ini masih terasa hingga kini? Mengapa penting bagi kita untuk memahami sejarah ini?" Peserta didik diminta menuliskan satu kalimat refleksi tentang makna pembelajaran hari ini. |
| ASESMEN SUMATIF: TIMELINE KREATIF | ||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tujuan Asesmen | Mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi perkembangan sistem perdagangan maritim di Nusantara serta dampaknya terhadap kerajaan-kerajaan maritim, melalui penyusunan timeline yang informatif dan terstruktur. | |||||||||||||||||||||||||
| Instrumen | Timeline yang dibuat peserta didik (individu atau kelompok). | |||||||||||||||||||||||||
| Kriteria Penilaian |
|
|||||||||||||||||||||||||
| Rubrik Sederhana |
|
|||||||||||||||||||||||||
| 3 SOAL HOTS DENGAN ANALISIS TAJAM PER OPSI | |
|---|---|
| Soal 1: |
Perkembangan pesat kerajaan maritim seperti Sriwijaya sangat bergantung pada penguasaan jalur perdagangan. Faktor geografis manakah yang paling signifikan berkontribusi pada posisi strategis Sriwijaya sebagai pusat perdagangan internasional di Selat Malaka? Opsi A: Kepemilikan armada laut yang besar dan canggih. Analisis Opsi A: Opsi ini benar bahwa armada laut penting untuk perdagangan, namun armada yang besar dan canggih adalah *akibat* dari kekayaan yang diperoleh dari perdagangan dan penguasaan jalur, bukan faktor *utama* yang menjadikan Sriwijaya strategis secara geografis. Armada hanya bisa beroperasi efektif jika berada di lokasi yang menguntungkan. Opsi B: Lokasinya yang strategis di persimpangan Selat Malaka, mengendalikan arus perdagangan antara India dan Tiongkok. Analisis Opsi B: Opsi ini paling akurat. Lokasi geografis Sriwijaya di Selat Malaka adalah kunci utama. Selat Malaka merupakan *chokepoint* perdagangan dunia kuno, tempat bertemunya kapal-kapal dari berbagai penjuru, menjadikannya lokasi ideal untuk memungut cukai, berdagang, dan mengontrol lalu lintas maritim. Opsi C: Kekayaan sumber daya alam berupa rempah-rempah yang melimpah di wilayah kekuasaannya. Analisis Opsi C: Sumber daya alam memang penting sebagai komoditas dagang, namun Sriwijaya tidak secara langsung menguasai sumber rempah utama yang berasal dari kepulauan Banda atau Maluku. Perannya lebih sebagai *transporter* dan *pusat distribusi* dari komoditas yang dibawa dari wilayah lain, yang dimungkinkan oleh lokasinya, bukan karena sumber rempah itu sendiri berada di wilayah intinya. Opsi D: Hubungan diplomatik yang erat dengan kerajaan-kerajaan besar di Asia Tenggara. Analisis Opsi D: Hubungan diplomatik penting untuk kelancaran perdagangan, namun hubungan tersebut dibangun dan diperkuat *karena* Sriwijaya memiliki posisi strategis dan kekuatan ekonomi dari penguasaan jalur perdagangan. Hubungan diplomatik bukanlah faktor geografis yang menjadikan lokasinya strategis. |
| Soal 2: |
Perkembangan sistem perdagangan maritim di Nusantara tidak hanya membawa kemakmuran ekonomi, tetapi juga membentuk struktur sosial dan politik kerajaan. Bagaimana "kemakmuran dari perdagangan" ini secara spesifik berkontribusi pada penguatan kekuasaan raja dan pembentukan birokrasi kerajaan yang lebih kompleks pada masa Majapahit? Opsi A: Raja dapat menggunakan kekayaan untuk membangun armada laut yang lebih besar, sehingga mampu menguasai wilayah lebih luas. Analisis Opsi A: Benar bahwa kekayaan digunakan untuk armada |

Kolom Komentar
Komentar
Posting Komentar